10 Contoh, Jenis, dan Ciri Campuran Heterogen

Selain mengenal campuran homogen, kita juga mengenal istilah campuran heterogen. Campuran ini memiliki definisi; campuran yang terdiri dari dua zat atau dua bahan yang fasenya berbeda.

Untuk mempermudah memahami campuran ini, mari kita lakukan uji coba campuran berikut;

Siapkan kerikil sebanyak 100 gram, siapkan air sebanyak 1 liter. Siapkan alat berupa botol plastic bekas.

Campurkan air dan kerikil ke dalam botol bekas tersebut.

Bagaimana hasilnya? Apakah bisa tercampur rata?

Inilah yang dinamakan dengan heterogen. Artinya, ketika kita mencampur dua zat, maka zat tersebut tidak dapat tercampur rata. Kita masih bisa membedakan mana kerikil dan mana air dalam campuran tersebut. Bahkan dapat dengan mudah dipisahkan.

Berbeda dengan campuran homogen, yang tidak dapat kita bedakan ataupun pisahkan zatnya setelah dicampur.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang dua campuran ini, silakan kunjungi www.hindayani.com yang sudah mengupasnya secara tuntas.

Rangkuman pembahasan campuran heterogen

Jenis Ciri dan Contoh Campuran Heterogen

Jenis dan Ciri

Sudah dijelaskan di atas apa pengertian dari campuran hetero. Sekarang, mari kita kenali beberapa jenis campuran ini. Seperti dilansir dari situs pendidikan yang kami sebutkan di atas, berikut 3 jenis campuran hetero;

  1. Suspensi (keruh dan tidak stabil)
  2. Koloid (campuran yang tidak mengendap dan tersebar rata)

Dari jenisnya kita bisa mengenali beberapa ciri dari campuran ini;

Secara umum, campuran ini terdiri dari dua atau lebih zat yang membentuk. Jika termasuk dalam jenis suspensi, maka cirinya adalah keruh dan terlihat tidak stabil. Namun, jika masuk dalam jenis koloid, campurannya terlihat merata, bahkan bisa saja kita ragu apakah dia homogen atau heterogen. Karena selain merata, campuran koloid juga tidak mengendap meski diendapkan. Apa saja contohnya?

10 Contoh campuran yang heterogen

Berikut adalah beberapa contoh campuran yang heterogen disesuaikan dengan jenisnya;

Contoh campuran jenis suspensi; air yang dicampur dengan tepung terigu, air yang dicampur dengan kopi, air yang dicampur dengan parutan kunyit atau rempah lain, air yang dicampur dengan serbuk kapur, dll.

Contoh campuran jenis koloid; cat, saus mayonnaise, santan, beberapa adonan kue yang sudah jadi (sebelum dipanggang), dll.

Contoh lainnya; air sungai, air dan kerikil, minyak dan air, dll.

Itulah beberapa contoh campuran heterogen yang perlu Anda tahu. Untuk memahami perbedaan antara campuran dan larutan, sebenarnya cukup mudah, kok. Jika masih belum jelas juga, silakan kunjungi situs yang sudah kami sebutkan di atas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *