Pemuda Kediri Aniaya Ibu Tiri Karena Salah Paham

Sehari setelah menginap, joko diminta oleh katenan agar tidur di rumah kakeknya saja. Perintah sang ayah ini, ditanggapi emosi oleh joko. Pemuda ini menyimpulkan, dia diusir dari rumah ayah kandungnya itu atas suruhan sang ibu tiri.

Tanpa pikir panjang, akhirnya joko membacok ibu tirinya hingga mengenai tangan dan punggungnya. Ayah kandungnya yang hendak menyelamatkan istrinya, tidak luput dari pembacokan joko, beberapa luka mengenai tangan, dan leher ayahnya, hingga para tetangga berhasil meringkus joko yang sudah kalap.

Akibat sabetan sabit joko, komariyah mengalami tiga kali bacokan yang mengenai tangan serta punggungnya hingga luka serius, dan mendapatkan 43 jahitan. Komariyah kini dirawat di klinik arga husada, ngadiluwih, kediri.

Komariyah, ibu tiri joko, mengaku tidak menyangka anak tirinya itu tega menganiaya dirinya. Dikonfirmasi berita Kediri, Komariyah membantah telah meminta suaminya, agar mengusir joko dari rumahnya.

Sementara joko sendiri, kini harus meringkuk di tahanan mapolsek ngadiluwih, untuk menjalani pemeriksaan.

Empat orang pengedar dan pemakai sabu-sabu di kota kediri, kemarin berhasil digerebek tim satuan narkoba polresta kediri-jawa timur, saat mereka menggelar pesta sabu-sabu, di sebuah rumah kosong.

empat orang pengedar dan pemakai sabu-sabu ini adalah suharto (32), pemuda pengangguran, warga jalan kdp slamet, mojoroto kota kediri, dan seorang temannya, yakni purahari sujarwo (30), warga jalan raya kota, kecamatan jrengek, kabupaten sampang-madura. Sedangkan dua orang lainnya adalah peeempuan yang berprofesi purel sebuah diskotik di kota kediri, yakni fransiska xavenia (31), warga perum persada sayang mojoroto, dan triastuti (21), warga jalan karimun jawa, desa putih, kecamatan gampengrejo-kediri.

Dari keempat tersangka tersebut, dua orang diantaranya merupakan pelaku lama, yaitu fransiska xavenia, dan triastutik. Dua purel ini merupakan pengedar yang sudah lama diincar pihak kepolisian, keduanya sering terjaring razia sat narkoba polresta kediri, namun selalu lolos karena tidak ada barang bukti.

Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa dua gram sabu-sabu, seperangkat alat timbangan, beberapa pak plastik untuk mengemas sabu-sabu, seperangkat alat hisap yang digunakan untuk berpesta, dan sebuah handphone yang terdapat pesan singkat berisi pesanan pembeli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *