Rupiah Bergerak Stabil, Fokus Investor pada Data Inflasi

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak stabil pada perdagangan Rabu ini. Rupiah berpotensi melemah seiring penguatan nilai tukar dolar AS.

Mengutip Bloomberg, Rabu (29/3/2017), rupiah di buka di angka 13. 318 per dolar AS, tidak beralih bila dibanding dengan penutupan perdagangan terlebih dulu yang berada di angka 13. 318 per dolar AS juga.

Mulai sejak pagi sampai siang ini, rupiah bergerak di kisaran 13. 314 per dolar AS sampai 13. 318 per dolar AS. Bila dihitung dari pertama th., rupiah menguat 1, 15 %.

Sedang berdasar pada Kurs Rujukan Jakarta Interbank Spot Dollar (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dibanderol di angka 13. 323 per dolar AS, melemah bila dibanding dengan patokan pada Senin tempo hari yang berada di angka 13. 314 per dolar AS.

Dolar AS memanglah kembali menguat dari level paling rendah dalam empat bln. paling akhir sesudah salahs satu petinggi Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) keluarkan pernyataan tentang gagasan kenaikan suku bunga.

Baca juga: kurs dollar hari ni

Wakil Ketua the Fed Stanley Fischer menyebutkan, ada peluang kenaikan suku bunga referensi lebih agresif dari yang sudah diperkiraan dimuka. Tetapi seperti apa bentuk dari kenaikan yang lebih agresif itu belumlah ada kisi-kisinya.

Sedang Ekonom PT Samuel Sekuritas Rangga Cipta menerangkan, dolar AS mulai naik serta menghimpit rupiah dalam periode pendek meskipun sentimen positif masih tetap kuat bertahan.

Waktu pasar keuangan di Indonesia tutup pada Selasa tempo hari untuk memperingati Hari Raya Nyepi, sebagian besar nilai ganti di Asia melemah pada dolar AS sebelumnya setelah berkelanjutan menguat.

” Sambil menanti kepastian posisi utang versus S&P, inflasi yang juga akan dilaunching Senin yang akan datang juga akan jadi konsentrasi paling utama dari domestik, ” terang Rangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *