Keluarga Marsinah di Nganjuk Masih Tuntut Keadilan

Keluarga marsinah pahlawan buruh dari nganjuk jawa timur masih menginginkan kasusnya dibuka kembali. Sebab hingga kini pelaku dan aktor sesunggungnya di balik tewasnya marsinah masih belum jelas.

Kematian marsinah pahlawan buruh indonesia yang kini hampir terlupakan masih menyisakan kepedihan mendalam bagi keluarganya di desa nglundo kecamatan sukomoro kabupaten nganjuk

memperingati hari buruh internasional 1 mei keluarga marsinah sangat berharap kasus itu kembali dibuka. Bahkan paeran dan sini bibi dan paman korban yang telah merawat marsinah sejak kecil mengaku akan terus memperjuangkan agar pembunuh marsinah dapat ditangkap.

Di mata sini bibi marsinah sosok buruh pt catur putra surya porong sidoarjo ini merupakan pekerja keras yang pemberani. Sejak kecil naluri untuk membantu sesama sangat menonjol.

Namun sayangnya sikap pemberani itulah yang justru membawa marsinah menemui ajalnya. Ia tewas dengan kondisi yang mengenaskan setelah sempat memperjuangkan hak-hak buruh yang direnggut perusahaan. Hingga kini kasus pembunuhan marsinah masih menyisakan misteri terutama sejak mahkamah agung menyatakan kasusnya ditutup dan tidak dapat dibuka kembali.

Seorang ibu rumah tangga di nganjuk jawa timur harus berurusan dengan polisi karena menjadi anggota sindikat penjualan gadis dalam operasinya pelaku menjanjikan gadis-gadis desa akan dipekerjakan pelayan restoran namun ternyata dijadikan pekerja seks komersial di kutai kalimantan timur.

Sudarwati ibu rumah tangga asal desa klagen kecamatan rejoso kabupaten nganjuk ditangkap petugas polsek rejoso karena telah menjual intan sulastri tetangganya sendiri kepada pengelola tempat prostitusi di kutai timur kalimantan.

Untuk menjerat korban sudarwati menjanjikan akan mempekerjakannya sebagai pelayan restoran di surabaya. Setelah terperdaya korban dibawa ke kalimantan untuk dipekerjakan sebagai wanita penghibur.

Saat diperiksa petugas sudarwati menyangkal telah menipu korban. Ia mengaku sejak awal sudah memberitahu korban jika akan dipekerjakan sebagai pekerja seks.

Aksi ini terbongkar setelah intan berhasil menghubungi keluarganya melalui telepon dan mengadukan perbuatan sudarwati. Menerima kabar itu keluarga korban segera menjemput intan di kalimantan dan melaporkan sudarwati kepada polisi.

Menurut pengakuan intan saat ini terdapat puluhan gadis lain yang mengalami nasib serupa. Rata-rata gadis belia yang berasal dari kota tulungagung trenggalek blitar dan nganjuk ini tertipu rayuan sudarwati yang menjanjikan bekerja sebagai pelayan restoran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *